Menjelang Kongres XXI, Wanita Katolik RI (WKRI) menggelar Malam Keakraban di Krakatau Ballroom Hotel Mercure, Ancol, Jakarta (26/10/2023). Acara berlangsung dengan menampilkan defile dari 36 DPD seindonenesia. Totalitas berbusana nasional yang dikenakan seluruh peserta hadir menjadi sangat istimewa menambah kemeriahan dan mencairkan kekakuan pada harmoni malam keakraban.
Alexa Hersi Krisnawati dari Ranting Muntilan, Cabang Magelang, DPD Jawa Tengah, malam ini sukses mencuri perhatian, sehingga RD Yohanes Kristianto Penasehat Rohani dari DPD Sumatera Selatan meminta untuk berfoto bersama. Jika peserta Kongres yang lain berdandan untuk tampil secantik-cantiknya, Ibu Hersi tampil sebagaimana simbok-simbok menggendong tenggok ala jaman dulu, lengkap dengan susurnya. Apa filosofinya?
Wanita Katolik meskipun sudah hidup di zaman modern yang berwawasan luas dan cerdas tetapi jangan melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Kemben adalah pakaian sederhana asli dari Indonesia, yang masih dipakai banyak perempuan di daerah. Jadi meskipun kita sudah hidup di zaman modern jangan sampai melupakan jati diri dan tetap tetap sederhana. Sesederhana kain kemben.
Susur terbuat dari tembakau, salah satu tanaman komoditas pertanian yang bisa menghidupi banyak orang di Indonesia. Susur juga memiliki makna bahwa sebaiknya kita tidak banyak bicara hal yang tidak penting. Bicara secukupnya dengan santun. Bisa juga diartikan tidak banyak bicara tetapi lebih banyak bekerja.
Ditemui terpisah, Romo Kris menyebut bahwa kesederhanaan itulah yang membuatnya sangat menarik. “Berani tampil beda dan dan tetap keibuan,” jelasnya. (Kunherini/Yuni/Red)

